Cara Mengatasi Asam Urat

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi asam urat agar tidak semakin meningkatkan produksinya. Dalam mengatasi asam urat harus lah mematuhi dan mendisiplikan pola hidup yang baik, teratur dan menu makanan yang rendah purin dan meghindari kebiasaan buruk.

Pola hidup kurang olahraga, konsumsi makanan yang berlemak, berkadar gula tinggi, daging merah, jeroan, santan, dan makanan yang bersifat asam laktat, sitrat, nitrat dan piruvat yang dikenal sebagai asam urat. Meskipun tidak ada keluhan gout, jika kadar asam urat pada laki-laki dari 7 mg/dl dan pada perempuan lebih dari 6 mg/dl, perlu dilakukan upaya penurunan asam urat sebagai langkah pencegahan terjadinya serangan lebih lanjut.

Berikut cara mengatasi asam urat, antara lain :

1. Menghindari makanan kaya purin

Makanan yang dapat menaikkan kadar asam urat darah adalah makanan yang mengandung protein tinggi karena protein dapat meningkatkan pembentukan purin di dalam tubuh. Berdasarkan kandungan purinnya, bahan makanan digolongkan sebagai berikut :

a. Mengandung purin tinggi (golongan A)

Jeroan seperti hati, ginjal, otak, jantung dan paru dari semua ternak; abon dan dendeng sapi; makanan laut seperti udang, remis, dan kerang; ragi (tape); alkohol; ikan kalengan; serta berbagai makanan dalam kaleng lainnya yang sudah melalui proses pengawetan.

b. Mengandung purin sedang (golongan B)

Ikan, daging sapi, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, aspargus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya dan kangkung.

c. Mengandung purin ringan (golongan C)

Keju, susu, telur, sayuran selain yang telah disebutkan di atas dan buah-buahan kecuali durian, nanas, dan alpukat.

2. Menghindari alkohol

Selain sebagai sumber purin, alkohol juga dapat menghambat pembuangan purin melalui ginjal. Hal itu karena alkohol dapat menekan sistem syaraf pusat yang dapat mengakibatkan kerja organ-organ lain terganggu. Karena itu penderita asam urat tidak dianjurkan mengkonsumsi alkohol.

3. Banyak minum air putih

Pasien asam urat juga dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih. Air putih dapat memperbanyak volume air seni yang dapat membantu mengeluarkan asam urat melalui urine tersebut. Jumlah air kemih yang dikeluarkan sebanyak 2 liter atau lebih setiap harinya akan membantu pembuangan urat dan meminimalkan pengendapan urat dalam saluran kemih. Karena itu, penderita asam urat dianjurkan untuk minum air lebih dari 2 liter per hari.

Posted in Mengatasi Asam Urat | Tagged , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Asam Urat Tinggi

Asam urat yang larut dalam darah akan dibuang keluar tubuh melalui ginjal. Dalam keadaan normal, ginjal akan mengeluarkan asam urat melalui kencing (urine). Oleh karena itu, jika darah mengandung banyak asam urat, urine pun mengandung banyak asam urat.

Jika kita mengalami gangguan ginjal maka pembuangan asam urat keluar tubuh tidak berlangsung dengan baik. Daya saring ginjal kita menurun pada kondisi tekanan darah tinggi, kekurangan cairan (dehidrasi), gagal ginjal kronis, penyakit ginjal polikistik dan konsumsi alkohol.

Kerja ginjal untuk membuang zat sisa dipermudah oleh adanya air dalam darah kita. Semakin banyak air, semakin mudah ginjal membuang zat sisa termasuk asam urat. Oleh karena itu, sebaiknya kita segera membiasakan diri untuk memperbanyak minum.

Gambar : Penyakit asam urat

Hal yang perlu dilakukan pertama kali yaitu menjaga supaya kadar asam urat dalam darah tidak tinggi. Cara yang paling sederhana adalah banyak minum air putih.

Namun, bukan berarti bebas makan durian atau jeroan lalu minum air putih banyak-banyak. Justru dengan tidak makan makanan yang tinggi purin, kerja ginjal bisa lebih ringan. Sekarang ini banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperbaiki daya saring ginjal. Ada yang menggunakan obat, bahan herbal, bahkan dengan laser.

Sekitar 2/3 asam dibuang melalui ginjal, sedangkan sisanya dibuang melalui tinja. Oleh karenanya, pemeriksaan asam urat lebih akurat bila dilakukan melalui urine, bukan feses.

Salah satu cara mengatasi asam urat, selain melalui pemberian obat juga dengan pengaturan makanan yang dapat mengurangi asam urat di dalam darah.

Pengaturan makanan sangat perlu dilakukan oleh penderita asam urat. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang tinggi kandungan nukleotida purinnya akan meningkatkan produksi asam urat. Sebaliknya, mengunragi konsumsi makanan dengan kandungan tersebut dan memperbanyak konsumsi makanan dengan kandungan nukleotida purin rendah akan dapat mengurangi risiko dari kadar asam urat tinggi atau gout.

Posted in Mengatasi Asam Urat | Tagged , , , , | Leave a comment

Atasi Asam Urat

Kelebihan asam urat dalam darah akan membuat seseorang merasakan ketidaknyamanan, tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan leluasa, pergerakan tubuh dan anggota sendi serta otot tubuh menjadi terbatas tidak dapat bekerja maksimal. Pada dasarnya asam urat telah terbentuk dari dalam tubuh itu sendiri secara sederhana dibentuk oleh akibat dari pemecahan beberapa komponen seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Asam urat terbentuk karena kadar purin dalam darah melebihi batas normal.

Cara mengatasinya adalah dengan mempertahankan berat badan dan diet rendah purin. Hindari konsumsi makanan yang mengandung lemak dan purin tinggi seperti jeroan, otak-otak, kaldu daging, daging sapi, daging asap, daging unggas (bebek, burung), melinjo, sarden, udang, kepiting dan kerang. Batasi konsumsi daging, ayam, ikan (tongkol, tenggiri, bandeng) kacang-kacangan, kembnag kol, bayam, kangkung, buncis, kacang polong, asparagus, durian, alpukat, nanas, air kelapa, santan, mentega, margarin, roti manis, atau makanan yang diolah dengan peragian dan minyak. Hindari atau batasi minuman yang mengandung alkohol.

Minumlah air sebanyak 2,5 liter sehari dan jus buah seperti semangka, melon, blewah, belimbing, dan jambu air. Buah-buahan ini membantu membuang asam urat. Asupan lemak maksimum 15% dari total kalori. Diet rendah purin, batasi makanan dan minuman yang mengandung kadar purin tinggi yang dapat dilihat pada komposisi makanan atau minuman bermerek dan atau rumusan makanan seperti (burung dara, alkohol, jeroan, unggas dan sejenisnya, sarden, emping melinjo, kaldu). Bagi penderita gout, batasi konsumsi seperti kacang-kacangan, tahu, tempe, bayam, dan buncis.

Posted in Mengatasi Asam Urat | Tagged , , , , | Leave a comment

Mengatasi Penyakit Asam Urat

Beberapa obat untuk mengatasi asam urat yang dapat dipilih antara lain sebagai berikut :

1. Kolkisin

Kolkisin bertugas mencegah “peperangan” antara sel darah putih sebagai sel-sel kekebalan tubuh melawan kristal urat. Sebaiknya kolkisin diberikan lebih awal pada tahapan asimptomatik asam urat. Jika tidak diberikan kolkisin, tubuh dapat mengalami resistensi terhadap terapi gout. Resistensi ini artinya tubuh tidak mau lagi bereaksi sehingga obat-obatan untuk terapi gout tidak berefek.

Konsumsi obat lain, misalnya antimaag simetidin atau antibiotik eritromisin, bisa meningkatkan resiko keracunan kolkisin. Obat tersebut dapat menurunkan pemecahan kolkisin.

2. OAINS ( Obat Anti Inflamasi Non Steroid )

Selain sebagai anti nyeri, OAINS juga mempunyai efek antiinflamasi artinya OAINS bisa mengurangi bengkaka pada gout. Contoh OAINS yaitu indometasin, naproksen, natrium diklofenac, celecoxib dan etodolac.

3. Kortikosteroid

Kortikosteroid sistemik bisa digunakan jika kolkisin dan OAINS tidak menolong. Prednison dapat diberikan dan segera di ” tappering off”. Artinya, dosisnya dikurangi sedikit demi sedikit dan pada akhirnya dihentikan dalam 7 hari. Kortikosteroid yang disuntikkan ke dalam sendi (intraartikuler) cukup efektif pada gout akut. Namun, sebelumnya harus dipastikan bahwa peradangan sendi bukan diakibatkan oleh bakteri. Hal ini dilakukan karena kortikosteroid dapat membuat infeksi bakteri semakin hebat.

Berdasarkan kasus dan penelitian yang ada diketahui bahwa efek samping utama alopurional dapat berupa rekasi alergi ringan ataupun berat. Contoh reaksi ringan antara lain gatal-gatal. Sedangkan contoh reaksi alergi berat antara lain sindrom Stevens-Johnson, yakni melepuhnya sebagian kulit badan. Angka kejadian reaksi alergi ini hanya 0,1 %. Dosis allopurinol pada seseorang dengan gangguan ginjal harus dikurangi.

Adapun kortikosteroid dapat membuat infeksi bakteri semakin hebat. Dengan demikian, tubuh yang sedang terserang gout harus dipastikan terbebas dari bakteri.

Selain obat-obatan diatas adapula jenis obat lainnya seperti obat-obatan urikosurik yang meningkatkan pembuangan asam urat melalui urine. Contohnya, probenesid dan salisilat. Contoh salisilat yang mudah didapat dipasaran adalah aspirin.

Inhibitor xanthine oxidase (IXO) seperti allopurinol bisa juga digunakan untuk meningkatkan pembuangan asam urat melalui urine dan menurunkan kadar asam urat darah sehingga memperkecil kemungkinan munculnya serangan gout di kemudian hari. Perlu diingat, untuk menggunakan obat-obatan ini, usahakan seseorang jangan sampai mengalami hiperekskresi sebelumnya. Hiperekskresi adalah pembuangan asam urat dalam urine melebihi 1000 mg per 24 jam. Pembuangan berlebih tersebut dapat memicu terbentuknya batu urat dalam saluran kencing.

Posted in Mengatasi Asam Urat | Tagged , , , , | Leave a comment